Jika Ingin Menjadi Seorang Penulis, Buang 5 Kebiasaan Sepele Ini!

 



Penulis: Keza Felice

Jika ingin menjadi seorang penulis yang berhasil kamu harus melakukan banyak hal dan juga membuang beberapa kebiasaan yang dapat menghambat perkembangan menulismu. Mungkin selama ini kamu lebih fokus mempelajari hal-hal maupun kiat-kiat menulis. Namun, apakah kamu menyadari bahwa ada berbagai hal yang perlu dihindari oleh penuli?

Berbagai hal yang perlu dihindari ini mempunyai cakupan yang lebih luas mulai dari teknik hingga mentalitas penulis itu sendiri. Karenanya sebagai penulis kamu perlu memahaminya agar langkah dalam proses menulis bisa lebih gampang dilakoni.

 

Kebiasaan-Kebiasaan yang Harus Dibuang Jika Ingin Menjadi Seorang Penulis

Selama ini mungkin kamu menganggap semua hal yang tidak bertabrakan dengan aturan kepenulisan merupakan hal yang baik. Sehingga kamu pun sulit menyadari bahwa kebiasaan yang dilakukan ternyata sudah menghambat perkembanganmu sendiri.

Lantas seperti apa kebiasaan yang sebenarnya harus segera dihindari jika ingin menjadi seorang penulis? Simak ulasannya berikut ini!

 

1. Buang Jauh-jauh Kebiasaan Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Sadarkah kamu bahwa membandingkan diri sendiri dengan orang lain akan membunuh rasa percaya dirimu? Membandingkan diri dengan penulis lain memang mempunyai dua kemungkinan atau dua dampak, yakni positif dan negatif.

Akan menjadi positif bila kamu melakukan perbandingan dengan orang lain sebagai cara untuk memperbaiki kualitas tulisan dan kemampuan menulis. Namun, akan berubah menjadi negatif jika saat kamu mulai membandingkan pencapaian dan prestasimu dengan pencapaian orang lain. Kemudian, dari hal tersebut kamu justru menjadi malu, merasa tidak nyaman alias terganggu, dan juga makin ragu untuk terus melangkah.

Maka dengan itulah kamu harus berhenti membandingkan diri dengan orang lain apabila yang didapatkan hanyalah dampak negatifnya. Pahamilah bahwa setiap penulis mempunyai karakteristik serta gaya yang berbeda satu sama lain. Karena itulah lebih baik kamu tidak memaksa diri sendiri hingga mengabaikan kenyamananmu demi menjadi seperti penulis lain.

Meskipun kamu mengagumi penulis tersebut, tapi kamu tidak bisa menirukannya sampai melupakan kemampuan atau kelebihan yang sesungguhnya kamu miliki. Boleh saja terinspirasi dan ingin menulis tema yang sama, tapi tetap saja kamu harus menunjukkan karakteristikmu, termasuk gaya bahasa yang digunakan sekalipun.

 

2. Hentikan Kebiasaan Menunggu Waktu yang Tepat

Jika ingin menjadi seorang penulis, kamu harus segera membuang kebiasaan ini. Lantas bagaimana jadinya bila setiap hari kamu merasa waktu yang ada itu tidak tepat dan tidak sempurna untuk menulis? Mungkin kamu tidak akan menulis sampai akhirnya kamu menyia-nyiakan banyak waktu.

Sebab menjadi penulis produktif itu harus siap untuk berkarya di setiap kondisi serta keadaan. Jangan terlalu lama menunggu waktu yang tepat karena ketepatan itu sebenarnya kamu sendirilah yang menciptakannya. Di mana saat kamu merasa yakin dan nekat, maka waktu pasti akan terasa sempurna dan tepat.

Akan tetapi bila kamu terus merasa dan beranggapan bahwa waktu tersebut tidak sesuai dengan mood atau kondisimu, maka sampai kapan pun kamu akan terus menunda kegiatan menulis. Dan seluruh waktu akan tetap sama di matamu: sama-sama tidak cocok digunakan sebagai waktu menulis.

Seorang penulis yang sesungguhnya pasti akan tetap berkarya dalam kesempatan dan keterbatasan. Bahkan tidak sedikit penulis yang tetap menuangkan idenya saat sedang sakit, diterpa permasalahaan, atau saat padat pekerjaan hingga harus mencuri-curi waktu untuk berkarya. Maka apa pun kondisinya sebaiknya kamu tetap semangat menulis dan kejar impianmu hingga tercapai!

 

3. Jangan Iri Pada Keberhasilan Penulis Lain

Melihat orang yang beruntung, berhasil, dan sukses mungkin sedikit membuat perasaanmu turut berbahagia. Namun, tanpa disadari terkadang hatimu merasa tidak suka terhadap berbagai keberhasilan penulis lain yang pada dasarnya itu berasal dari rasa iri dalam hati. Oleh sebab itulah sebaiknya kamu membuang jauh-jauh perasaan seperti ini sebagai cara menjadi seorang penulis sukses.

Jika kamu hanya fokus pada rasa iri dan tidak menyukai keberhasilan orang lain, lantas kapan kamu fokus pada usaha dan pencapaian yang seharusnya kamu raih? Bersikap iri hanya akan membuang-buang waktu dan tenagamu. Toh mereka yang kamu benci bahkan tidak peduli terhadap omongan orang lain tentang dirinya dan hanya berfokus untuk terus berkarya agar kembali meraih keberhasilan.

Ketahuilah bahwa setiap orang memiliki kisah dan ‘lahan’ perjuangannya masing-masing. Mengalami perjalanan yang berbeda, menikmati suka duka yang tidak sama, sehingga hasilnya pun tidak akan pernah cocok seperti yang kamu alami. Karenanya berhenti bersikap iri dan fokuslah untuk mengembangkan kemampuan menulismu!

 

4. Buang Sampai Habis Rasa Malas

Ini adalah permasalahan yang sering dialami penulis. Padahal, kamu pasti tahu bahwa tekun dan disiplin merupakan kunci kesuksesan seorang penulis. Mana mungkin kamu bisa produktif jika hari-harimu hanya diisi dengan rasa malas? Karena pada umumnya rasa malas itu akan mendorongmu untuk berleha-leha, menikmati waktu untuk terus bersantai, menunda pekerjaan, dan menganggap bahwa kesempatan pasti akan datang lagi di kemudian hari. Alhasil, kamu tidak mendapatkan perubahan apa pun karena memang tidak melakukan apa-apa sebagai penunjangnya.

Karena itulah kamu harus membuang rasa malas hingga tuntas. Sebagai gantinya, cobalah untuk tekun, ulet, dan disiplin. Dengan bersikap disiplin kamu dapat mengatasi berbagai hal penyebab rasa malas, seperti suasana hati yang buruk, merasa tidak punya banyak waktu, suasana kurang pas, dan permasalahan umum yang dialami penulis. Jika kamu mulai lelah dan tidak bersemangat, kedisiplinan itulah yang akan terus mendorongmu untuk menulis dan akhirnya menempatkanmu pada keberhasilan.

 

5. Jangan Terlalu Sering Beralasan Hanya untuk Membenarkan Kesalahan

Pernah tidak menulis? Apa alasan yang sering kali kamu gunakan untuk membenarkan bahwa apa yang kamu lakukan itu adalah hal yang tepat? Mungkin kamu tidak sadar bahwa alasan yang kamu buat itu merupakan suatu ‘pembenaran’ agar kesalahan dan kelalaian yang kamu lakukan tetap dipandang wajar dan baik-baik saja.

Pada umumnya alasan yang sering sekali digunakan oleh para penulis adalah: tidak memiliki banyak waktu; kehabisan ide menulis; lagi bad mood; bingung menuangkan ide; dan masih banyak permasalahan lainnya. Jika memang permasalahan itu yang kamu rasakan, cobalah untuk menemukan solusi ataupun cara mengatasinya. Dalam website resmi Lingkarpenulis.com ini kamu juga dapat menemukan berbagai cara untuk  mengatasi setiap permasalahan menulismu.

Sebenarnya permasalahan-permasalahan tersebut berasal dari pikiranmu saja. Padahal, kamu tidak mungkin melakukan aktivitas selama 24 jam, tidak mungkin pula kamu kehabisan ide karena sejujurnya ide bisa didapatkan di mana saja dengan banyak cara. Setiap permasalahan yang kamu miliki selalu ada solusinya. Namun, kamu tidak akan menyadari solusi tersebut bila hanya fokus terhadap pencarian alasan untuk membela diri sendiri.

 

 

Jika ingin menjadi seorang penulis yang berhasil dan andal, sebaiknya kamu mulai menghilangkan kebiasaan-kebiasaan sepele tersebut. Meskipun kelihatannya berbagai hal itu biasa-biasa saja, tapi kenyataannya kebiasaan itu dapat menghambat perkembangan menulismu bila tidak segera dijauhi! Ingat bahwa tidak semua kesempatan akan datang dua kali.

No comments for "Jika Ingin Menjadi Seorang Penulis, Buang 5 Kebiasaan Sepele Ini! "

close