4 Cara Mengeksekusi Ide Dalam Tulisan, Sangat Sederhana dan Mudah Diterapkan

 



Penulis: Keza felice

Setiap kali menulis pasti kamu membutuhkan ide-ide yang cemerlang. Namun, bagaimana cara mengeksekusi ide dalam tulisan sehingga karya tulismu jadi lebih menarik dan layak dibaca?

Mempunyai ide tidak berarti permasalahanmu selesai begitu saja. Masih banyak tahapan yang harus dilalui untuk menghasilkan sebuah tulisan. Begitu pun dengan ide yang telah kamu dapatkan, tentunya diperlukan beberapa proses untuk menjadikannya sebagai tulisan yang utuh sehingga apa yang kamu pikirkan dapat tersampaikan kepada para pembaca.

Cara Mengeksekusi Ide Dalam Tulisan Agar Karya Jadi Menarik

Ide memang menjadi modal terpenting bagi seorang penulis untuk menghasilkan karya memukau dan berkualitas. Tetapi kualitas karya bukan hanya ditentukan melalui ide yang kamu pikirkan saja, melainkan juga dari cara mengeksekusi ide dalam tulisan hingga menjadi bacaan yang lengkap.

Ada kalanya ide yang sangat menarik dan berpotensi menarik banyak pembaca justru berakhir dengan kesia-siaan karena kurangnya kemampuan dalam mengeksekusi ide tersebut dalam bentuk tulisan yang tersusun. Karenanya sebuah ide tulisan akan menjadi sangat baik jika penyajiannya pun sudah baik. Yang artinya kamu tidak dapat mengabaikan apalagi sampai menyepelekan cara mengeksekusi ide.

Jangan sampai ide yang kamu miliki ke arah A tapi yang kamu tulis dalam karya justru ke arah B. Apabila seperti ini, artinya ada yang salah saat melakukan eksekusi ide. Karena semestinya tulisan yang dihasilkan sudah sesuai dengan ide pokok yang dimiliki.

Namun, kamu tidak perlu cemas untuk mengetahui cara mengeksekusi ide dalam sebuah tulisan. Berikut beberapa langkah yang dapat kamu terapkan!


1. Menyimpan Ide Awal dalam Catatan

Menemukan ide pasti rasanya cukup menyenangkan karena dengan begitu kamu bisa langsung menulis. Tetapi bagaimana bila kondisimu sedang tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan menulis? Bisa jadi saat itu kamu sedang bepergian, sedang bekerja, sakit, atau justru bingung bagaimana menjadikan ide tersebut menjadi tulisan yang menarik.

Solusi untuk menyelamatkannya yakni dengan mencatat ide tersebut. Kamu dapat memanfaatkan aplikasi pendukung seperti notes, microsoft word, miscrosoft office, atau juga langsung mencatatnya di buku.

Dengan begitu ide yang kamu temukan pun tidak akan hilang walaupun kamu sudah memikirkan banyak hal. Ide yang ingin kamu gunakan bahkan tidak akan tergantikan dengan ide lain. Justru kamu juga dapat menuliskan ide-ide lain ke dalam satu catatan sehingga kamu mempunyai stok ide yang cukup untuk membuat beberapa karya.

Mengapa harus mencatat ide pokok yang ditemukan? Apakah tidak bisa hanya dengan mengingatnya saja? Ternyata mencatat ide akan menyelamatkanmu dari kebingungan ketika akan mengeksekusinya menjadi sebuah karya tulis. Biasanya ide yang datang bertumpukan akan membuatmu kebingungan. Mana yang harus digunakan dan mana yang terlihat lebih potensial, sampai akhirnya kamu melupakan semua ide tersebut karena terlalu bimbang.

Jadi, dengan mencatat itulah kamu bisa membaca kembali ide-ide pokok yang sudah ditemukan. Kemudian pilihlah sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu barulah kamu bisa menggunakannya sebagai bahan tulisan.

 

2. Membuat Kerangka Tulisan dari Ide Pokok

Kamu bingung mau menulis apa aja dalam karya yang akan digarap? Cobalah untuk tetap rileks karena dengan begitu kamu akan lebih mudah berpikir. Cara mengeksekusi ide dalam tulisan setelah mencatat ide-ide pokok yaitu dengan membuat kerangka tulisan.

Hal tersebut perlu dilakukan ketika kamu sudah siap untuk menulis sebuah karya, baik berupa cerpen, novel, atau karya tulis lainnya. Adanya kerangka dapat membantumu menentukan alur ataupun jalannya cerita dari ide yang kamu miliki.

Pada tahap ini kamu dapat membuat bagian pengantar, klimaks, dan juga bagian penutup sehingga ide pokok bisa terjabarkan dengan baik. Apa pun yang ingin kamu sampaikan bisa disusun pada tahap pembuatan kerangka tulisan ini.

Jadi kamu bisa menyusun apa saja yang akan ditulis mulai dari awal hingga akhir karya. Catat segala hal yang akan dikembangkan dalam cerita. Yang pada intinya, setiap hal yang kamu tuliskan dapat menggambarkan tentang ide pokok yang kamu pilih.

 

3. Membuatnya Menjadi Tulisan yang Utuh

Cara mengeksekusi ide dalam cerita selanjutnya yakni dengan menggarap kerangka cerita menjadi sebuah karya tulis yang utuh. Kamu harus merangkai kalimat yang mencakup segala hal yang terdapat dalam kerangka cerita. Sehingga ide pokok yang mulanya hanya satu poin bisa terurai dengan rapi hingga menjadi sebuah karya yang menarik.

Tidak perlu bingung memikirkan apa saja yang akan ditulis. Anggap saja kamu sedang bercerita kepada seseorang. Tetapi bedanya kali ini kamu harus menggunakan kalimat yang lebih rapi daripada biasanya agar ceritamu menjadi indah. Bisa dibilang, kamu dapat menganggap laptop ataupun ponsel sebagai teman bercerita. Sehingga kamu akan lebih mudah menyatukan setiap poin yang terdapat dalam kerangka menjadi karya utuh.

Memiliki kerangka akan memudahkanmu saat menyusun kalimat. Hal tersebut dikarenakan sebelumnya kamu sudah menentukan jalannya cerita seperti yang kamu bayangkan. Alhasil, kalimat yang kamu rangkai akan menjadi lebih rapi dan memiliki arah yang jelas.

Jadi kalimat utuh yang kamu tulis berdasarkan kerangka hanya perlu ditambah dengan kalimat-kalimat yang sesuai dengan kebutuhan sehingga pembaca akan mudah memahami maksud dari tulisanmu itu.

Misalnya salah satu poin dalam kerangkamu berisi “Alifa menangis di kamar”. Tentu saja kamu harus membuat susunan kalimat yang menarik untuk menceritakan mengapa Alifa menangis. Kamu tidak bisa tiba-tiba menulis kalimat singkat bahwa Alifa menangis tanpa menggugkapkan sebabnya dan akibatnya. Jadi, sudah tentu kerangka cerita harus digabungkan dengan menambahkan kalimat-kalimat pendukung sehingga karya yang kamu tulis jadi lebih menarik untuk dibaca.

 

4. Memeriksa Hasil Tulisan

Memeriksa hasil tulisan menjadi bagian akhir yang tidak boleh terlewatkan. Pada tahap inilah kamu akan menilai apakah karya yang kamu tulis sudah sesuai dengan ide pokok yang sebelumnya telah dipilih atau justru melenceng jauh dari ide pokok tersebut.

Karena kamulah yang mempunyai ide, pasti kamu akan lebih peka dalam menilai apakah karya tersebut sudah menjabarkan ide pokok seperti yang kamu mau atau tidak. Jika memang melenceng, pada tahapan ini kamu bisa membenahinya hingga menjadi lebih sesuai. Apabila kamu saja tidak maksud terhadap apa yang kamu tuliskan, apalagi orang lain yang membacanya?

Jadi pada saat memeriksa hasil tulisan inilah kamu harus menempatkan diri sebagai pembaca. Sehingga kamu akan lebih mudah mengoreksi apakah ide pokokmu sudah tersampaikan dengan baik atau tidak sama sekali.

 

Beberapa cara mengeksekusi ide dalam tulisan ini akan lebih mudah dipahami jika kamu mau menerapkannya langsung. Jadi, jangan hanya membaca dan merenungkan informasi yang kamu dapatkan. Sembari belajar ada baiknya jika kamu langsung mencobanya sehingga kamu bisa mengevaluasi seberapa jauh perkembangan menulismu. Dan apakah kamu sudah bisa mengeksekusi ide dengan baik atau belum. Tidak ada salahnya mencoba karena beberapa cara ini sebenarnya sangat sederhana dan gampang sekali diterapkan.

 

No comments for " 4 Cara Mengeksekusi Ide Dalam Tulisan, Sangat Sederhana dan Mudah Diterapkan"

close