Mempermudah Menulis! Ini 5 Cara Membuat Outline Cerita Beserta Kegunanaannya

 



 Penulis: Keza Felice

Pastinya kamu tidak asing lagi dengan kata outline. Menurut bahasa outline dapat diartikan sebagai sebuah garis besar, kerangka, guratan, atau regangan. Sehingga dapat dipahami bahwa outline merupakan rangkaian ide-ide yang telah disusun secara sistematis, terstruktur, jelas, logis, dan juga teratur. Outline biasanya berisi rencana atau kerangka penulisan yang berupa  garis-garis besar yang akan digunakan ketika menulis. Banyak yang bertanya bagaimana cara membuat oulite novel dan apakah hal tersebut sangat sulit?

Ternyata membuat outline sangatlah mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya. Sebagai penulis kamu memang membutuhkan outline untuk membuat sebuah kerangka tulisan menjadi sempurna. Hal tersebut bertujuan agar naskah atau cerita yang kamu tulis tidak ‘melebar’ ke mana-mana dan kamu bisa tetap fokus pada pembahasan tertentu sesuai dengan yang dibutuhkan. Dalam arti lain, dengan adanya outline kamu tidak akan bertele-tele dalam menyuguhkan sebuah cerita.

Kegunaan Outline

Tentu saja adanya outline ini akan membantu banyak penulis dalam menyelesaikan naskahnya. Beberapa manfaat lain yang akan kamu peroleh ketika menggunakan outline sebelum menulis novel yaitu sebagai berikut:

  • Menjamin penulis lebih terarah, konseptual, dan juga menyeluruh
  • Memudahkan penulis untuk membatasi diri dalam menggunakan topik pembahasan agar tidak bertele-tele
  • Menjadikan kerangka cerita lebih tersusun dan teratur. Dengan begitu penulis bisa lebih mengerti apakah ide-idenya sudah terhubung antara sebab-akibat dan apakah susunan serta timbal-balik antar gagasan yang dimiliki sudah tepat atau belum. Dan apakah ide-ide tersebut sudah baik dan berpengaruh terhadap naskah atau tidak. Atau justru gagasan yang dimiliki sama sekali tidak memberikan dampak apa pun. Dengan begitu penulis dapat mengubah kembali gagasan atau ide yang dimiliki sebelum dituangkan ke dalam cerita.
  • Dengan gagasan yang tersusun rapi, penulis akan lebih mudah menentukan klimaks utama dalam ceritanya. Sehingga hal tersebut dapat memikat perhatian dan ketertarikan pembaca.
  • Memberikan kemudahan kepada penulis ketika di tengah-tengah menulis merasa stuck, maka ide di dalam outline bisa sangat membantu untuk langsung digunakan.
  • Menghindari penggunaan topik yang sama antar bab novel. Sehingga penulis dapat menggunakan topik pembahasan hanya satu kali sesuai dengan kebutuhan. Sebab jika penulis membahas satu topik sebanyak dua hingga tiga kali di dalam satu cerita, ini hanya akan menjadikan naskah yang ditulis terasa kurang menarik dan pula tidak memberikan efek yang menguntungkan.
  • Membantu penulis untuk lebih gampang mencari materi pembantu ketika dibutuhkan. Dengan adanya kerangka tulisan, penulis jadi lebih mudah mencari berbagai fakta atau data-data yang berkaitan dengan cerita yang ingin ditulis.
  • Ketika dikejar deadline, penulis bisa langsung menulis banyak kata karena sudah tidak bingung ingin menulis apa. Hal ini dikarenakan penulis sudah menuangkan gagasan atau ide-idenya di dalam outline sebelum menulis naskah.

Ketika kamu sudah memiliki kerangka atau outline, kamu masih bisa melakukan review untuk mengurangi beberapa hal yang dirasa tidak penting. Kamu juga dapat meminimalisir pembahasan yang berbelit-belit sehingga naskah yang akan ditulis bisa tetap menarik. Dalam bentuk kerangka inilah seorang penulis dapat meneliti, menganalisis, dan juga memperimbangkan secara menyeluruh tentang naskah yang akan dibuat. Dengan begitu maka penulis bisa lebih mengerti bagaimana cerita tersebut akan ditunjukkan kepada pembaca sehingga mereka juga akan melihat wujud struktur, gagasan, serta nilai dari  kerangka tersebut.

Cara Membuat Outline Novel

Bagus atau tidaknya sebuah outline ini akan bergantung kepada penulisnya. Tentu saja hal ini juga bergantung kepada pengetahuan yang dimiliki penulis. Dan untuk memiliki hal tersebut sebaiknya penulis melakukan berbagai upaya untuk menunjangnya, seperti memperbanyak membaca, terus berlatih, dan melakukan observasi dengan baik. Akan tetapi kamu tidak perlu merasa bingung untuk membuat outline sebelum menulis novel. Beberapa langkah ini sangat mudah dilakukan untuk kamu yang ingin mencoba menulis menggunakan kerangka atau outline.


1.      Menentukan Tema dan Judul

Tema merupakan pokok permasalahan, persoalan, atau pokok pembicaraan yang menjadi dasar dalam suatu karangan. Sedangkan judul dapat diartikan sebagai bagian utama karangan atau kepala karangan. Pada poin pertama ini kamu harus memikirkan ke mana arah tulisanmu, lalu apa saja yang ingin ditulis. Oleh sebab itulah penting bagimu untuk menentukan tema dan juga judul sebelum membuat outline yang terstruktur.

Apabila tema memiliki cakupan yang cukup besar dalam menyangkut pembahasan yang diangkat, maka judul menjadi penunjuk singkat terhadap isi karangan yang ingin ditulis. Berikut ini beberapa hal yang dapat kamu perhatikan ketika ingin menentukan tema yang gampang dikembangkan:

  • Hindari mengambil tema yang pembahasannya terlalu luas dan besar
  • Memilih tema yang sekiranya sumber atau bahan-bahannya dapat
  • ditemukan atau diperoleh dengan mudah
  • Ambillah tema yang disukai dan sekiranya kamu mampu mengembangkannya dengan baik

 

2.      Menentukan Setting Tempat

Kamu juga harus menentukan setting tempat yang ingin digunakan dalam cerita. Misalnya ketika kamu ingin membuat setting di Jakarta, maka kamu harus menyesuaikan budaya, kebiasaan, dan juga hiruk-pikuk tentang Kota Jakarta. Kamu juga perlu menyesuaikan bagaimana karakter tokoh yang diperlukan dan tentunya kamu tidak mungkin menceritakan bahwa Jakarta sebagai kota yang sepi penduduk, kan? Oleh karenanya kamu perlu memahami dan menentukan setting tempat terlebih dahulu sehingga riset yang dilakukan bisa lebih gampang.

Kamu juga dapat menuliskan semua tempat yang ingin digunakan di dalam cerita. Hal tersebut juga bisa menyangkut tempat tinggal, tempat yang ingin dikunjungi oleh tokoh dalam cerita, atau tempat-tempat lain yang tentunya memiliki peran penting dalam cerita yang kamu buat.

 

3.      Menuliskan Ide Mentahan

Bisa dibilang ide mentahan adalah semua ide yang kamu pikirkan tanpa terkecuali. Perlukah menuliskan ide mentahan sebelum membuat ouline? Hal ini ternyata sangat dibutuhkan agar kamu lebih gampang membuat kerangka cerita. Biasanya ketika ingin mulai menulis kamu akan kebanjiran ide. Alhasil, kamu merasa semua ide yang dimiliki sangat bagus dan juga berkualitas. Akan tetapi setelah ditulis ternyata ide-ide yang kamu anggap keren itu justru tidak memberikan efek apa pun terhadap karyamu. Atau terkadang kamu justru bingung memilih menggunakan ide yang mana karena terlalu banyak ide cemerlang yang ditemukan.

Oleh sebab itulah kamu perlu menuliskan ide mentahan terlebih dahulu pada buku catatanmu sebelum mulai membuat outline. Jangan ragu untuk menulis semua ide yang terpikirkan olehmu. Tidak peduli sebanyak apa pun ide tersebut, kamu boleh menuliskannya tanpa merasa dibatasi. Apabila kamu juga kepikiran isi dialog yang dilakukan tokohmu di dalam novel, tuliskan saja hal tersebut pada bagian “ide mentahan” itu. Yang seperti ini akan sangat berguna ketika kamu mulai menuliskan outline yang terstruktur. Dan tentu saja akan membantumu ketika mulai menulis.

 

4.      Menyeleksi Ide Mentahan

Setelah kamu selesai menulis semua ide yang melintas dalam pikiranmu, tiba waktunya untuk sedikit bersantai. Refresh pikiranmu dan buatlah dirimu merasa nyaman. Kemudian, mulailah untuk meyeleksi ide-ide yang sudah kamu tulis sebelumnya. Kamu perlu memilih bahan-bahan yang sesuai dengan pembahasan sehingga karyamu tidak biasa-biasa saja dan terlalu abstrak.

Kamu harus membaca ulang semua ide yang sudah tercatat, lalu pilihlah sesuai dengan kebutuhan. Kamu dapat memberi tanda pada bagian ide yang diperlukan dalam proses seleksi ini. Melakukan hal ini tidak ribet sama sekali, sebab kamu hanya tinggal memilih sehingga ketika waktunya dibutuhkan saat mulai menulis, kamu masih bisa menilik pada bagian yang telah ditandai.

 

5.      Membuat Outline

Apabila semua keperluan sudah disiapkan, kamu harus segera membuat outline atau kerangka. Kamu perlu menyusun sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah agar tujuanmu menulis tidak melebar atau justru hilang di tengah jalan. Menggunakan outline ini akan membuatmu lebih bisa membatasi diri agar tidak terlalu bertele-tele dalam membahas sesuatu di dalam cerita. Dan kamu juga akan lebih mudah melanjutkan tulisan yang digarap karena ide pokoknya sudah ada.

Ide mentahan yang sudah kamu pilih sebelumnya dapat kamu gunakan dalam tahap ini. Kamu tidak perlu pusing memikirkan mau menulis apa? Atau mau pakai ide yang mana karena semua ide yang dibutuhkan sudah kamu miliki.

Nah, di sini kamu perlu membuat kerangka karangan per bab atau per chapter. Tidak perlu ditulis secara mendalam, kamu hanya perlu menulis beberapa kalimat yang menggambarkan cerita yang ingin kamu kembangkan.

Contoh simpel:

        Bab 1

  • ·         Andini adalah mahasiswa yang cerdas
  • ·         Andini tertabrak mobil Devan (teman satu kampus)
  • ·         Prestasi Andini menurun
  • ·         Orang tua Andini menuntut Devan 

Bab 2

  • ·        Devan naksir Andini dan mengajak berkenalan lebih jauh
  • ·        Orang tua Andini mengetahui hubungan anaknya dan marah
  • ·       Devan berjuang untuk bisa berkomunikasi dengan Andini  tanpa sepengetahuan orang tua Andini

Beberapa hal yang kamu tulis per bab tersebutlah yang harus ada dalam ceritamu nantinya. Jadi, bab 1 dari ceritamu harus memuat tentang siapa Andini dan mengapa dia sampai tertabrak mobil, lalu orang tuanya menuntut karena merasa prestasi anaknya mulai menurun. Kemudian, pada bab kedua kamu harus melanjutkan menulis tanpa melupakan inti cerita yang sudah kamu tentukan pada outline bab kedua. Buatlah narasi yang saling berhubungan antara bab 1 dan bab 2. Dan kamu juga dapat menuliskan semua bagian-bagian penting yang harus ada dalam ceritamu hingga bab terakhir.

Kamu bebas membuat outline ceritamu karena yang terpenting adalah kenyamanan. Jadi kamu bisa membuat outline di buku, di laptop, atau justru di sticky notes dan menempelnya pada dinding kamar. Dan kamu juga bisa menuliskan ide-ide pokok sesuai dengan pemahamanmu. Tulislah kalimat yang sekiranya kamu mudah memahami maksud dari tulisan tersebut tanpa merasa bingung.

Beberapa cara membuat outline ini tidak seribet yang kamu bayangkan lho! Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya membuat outline jika hanya membayangkannya. Jadi, jika kamu mau menulis dengan lancar dan tidak bingung ide di pertengahan menulis, cobalah gunakan outline. Dengan begitu kamu tidak akan kebingungan lagi untuk memilih pembahasan yang diperlukan di dalam bab cerita.

 

No comments for "Mempermudah Menulis! Ini 5 Cara Membuat Outline Cerita Beserta Kegunanaannya"

close