Tiga Unsur yang Menjadi Pendukung Awal Saat Kamu Menulis

 


Tiga Unsur yang Menjadi Pendukung Awal Saat Kamu Menulis

Penulis: Lailil Farokhah

Selain membaca, menulis juga diperlukan untuk melengkapi kapasitas waktu dalam menyeimbangkan kefahaman membaca. Menulis dapat dikatakan trik kedua setelah membaca untuk menjadi tolak ukur atas hal apa yang telah dibacanya. Dalam dunia jurnalisme membaca saja tidak cukup untuk mengembangkan pola pikir dari tangkapan bacaan. Progra literasi pun dibangun untuk kesetaraan antara membaca dan menulis. 

Bahkan seorang sastrawan, agar terbukti dalam keahliannya harus dibuktikan dengan menulis. Dari menulis, seorang akan mengetahui seberapa mampu ia terjun dalam metamorfose kata yang disusun rapi sehingga membentuk suatu bacaan. Selain itu, menulis merupakan hak pribadi akan sejarah dapat mengenal beberapa kisah yang tertuang dalam sebuah tulisan.

Berikut beberapa tips untuk mengembalikan mood, baik untuk penulis pemula atau penulis yang sedang mengalami tahap bosan dalam dunia penulisan. Antara lain :

1. Pro Imagination

Pro imagination diartikan sebagai imajinasi yang memadai dalam berpikir. Maksudnya, pola pikiran yang sedang fresh, tidak suntuk, dan pas untuk dipakai berkhayal jauh serta modal halu. Karena yang termasuk bagian penting dalam menulis adalah ide yang dipilih untuk mewakili topik bacaan. Dalam hal ini ide atau tema termasuk langkah awal yang harus dibentuk. Sebab itu,  memulai itu memang sulit, namun jika semua konsep tertata dengan otak yang mampu berpikir jernih, alur akan mengikuti dengan senang hati untuk menjabarkan topik yang dimaksud.

2. Damai Dengan Perasaan

Selain pola pikir yang stabil, tidak kalah penting adalah kestabilan emosi dan perasaan yang teratur. Karena dalam suatu kepenulisan perasaan dapat mewakili tulisan yang terealisasikan. Hasil daripada tulisan tersebut kebanyakan mencerminkan tulisan yang dimuat, entah dalam keadaan sedih, bahagia, ataupun terharu. Dari beberapa suasana perasaan akan menjadikan suatu topik hangat yang sesuai dengan perasaan penulis. Selain itu, emosional penulis dapat mengukur kadar pikiran yang digunakan untuk mencetak sebuah tulisan.

3. Belajar Drai Pengalaman

Terlepas dari dua aspek diatas yang mendukung, pengalaman dibutuhkan untuk melengkapi tulisan yang dibuat. Sebagian besar tulisan yang dituangkan penulis berasal dari pengalaman pribadi. Meskipun sering pula dijumpai beberapa tulisan yang dihasilkan untuk kritik atau saran untuk orang lain, namun untuk mencetak argumen yang kuat diperlukan suatu pengalaman dan pengetahuan yang luas untuk kadar pro-kontranya. 

Dan jika tulisan tersebut orisinil dari faktor keterbelakangan pribadi diharapkan membuat inspirasi dan motivasi untuk pembaca. Maka, dari sini disimpulkan pengalaman menjadi pegangan dan faktor pendukung disamping pemikiran dan perasaan.

Ketiga faktor diatas, menjadi salah satu penolong untuk mengembalikan mood yang hancur dan sudah tidak ingin menulis lagi, namun harus diketahui bahwa tulisan adalah sebuah perwakilan pemikiran dan curahan seseorang sebagai pesan bisu antar satu orang dengan yang lainnya. Lalu menjadi saksi bahwa sejarah pernah berbicara denganmu melalui tulisan tersebut. 

Jangan sekali-kali memikirkan beberapa lama waktu yang dipakai untuk menyelesaikan tulisanmu, namun seberapa lama hidupmu akan dikenang dunia meskipun raga sudah tiada. 

Perlu untuk difahami, beberapa keuntungan yang diperoleh setelah menulis yaitu bangga dapat memotivasi orang lain melalui media tulis walaupun tidak secara langsung, dari sini sudah menjadi sebuah amal baik jariyah yang kian setiap harinya bertambah jika tulisan tersebut mengandung unsur nilai positif yang bermanfaat bagi pembaca terutama yang memiliki nasib yang sama antara penulis dan pembaca.


No comments for "Tiga Unsur yang Menjadi Pendukung Awal Saat Kamu Menulis"

close